Bull Mooses Strikes Back LALU LINTAS Kepolisian Terbitkan Larangan Merokok Saat Berkendara

Kepolisian Terbitkan Larangan Merokok Saat Berkendara

Merokok ketika berkendara dapat membuat konsentrasi menjadi terganggu karena berfokus pada dua hal. Kegiatan tersebut dapat menimbulkan keresahan dari pengendara lainnya yang mendapatkan abu ataupun percikanapi yang terbang dari rokok tersebut. Hal ini menimbulkan dilakukannya larangan terbaru dari pihak kepolisian, khususnya kepolisian lalu lintas.

Telah Diberlakukan Mulai 11 Maret 2019

Aturan kepolisian yang menyatakan larangan untuk merokok ketika berkendara telah diberlakukanĀ  oleh polisi mulai 11 Maret 2019. KasubditGakkumDitlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir mengemukakan bahwa telah terdapat 652 pengendara sepeda motor yang diketahui merokok pada saat berkendara.

Selain itu, dalam larangan tersebut juga terdapat aturan yang menyatakan mengenai denda dan hukuman bagi pengendara bermotor yang kedapatan merokok pada saat berkendara. Aturan tersebut yaitu berupa tilang denda sebesar Rp 750.000,- atau kurungan penjara selama tiga bulan. Hal tersebut diungkapkan sebagai upaya untuk membuat para pengendara tidak merokok ketika sedang menyetir atau berkendara.

Peraturan mengenai penilangan kepada pengemudi roda empat dan roda dua yang kedapatan merokok saat berkendara juga sudah mulai diberlakukan.Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (KaroPenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo.Menurut penuturannya, merokok dapat mengganggu konsentrasi togel saat berkendara seperti halnya dengan bermain handphone.

Dedi juga mengungkapkan mengenai bahaya yang didapatkan ketika mengendarai kendaraan bermotor sambil merokok. Pengemudi kendaraan bermotor yang merokok dalam perjalanan mereka akan lebih berisiko untuk membahayakan perjalanan karena konsentrasi berkendara yang pecah. Sehingga dengan demikian, menurutnya aturan mengenai larangan untuk merokok saat berkendara memang perlu diterapkan.

Larangan Didasarkan Pada Permenhub

Larangan tersebut muncul setelah adanya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.Peraturan tersebut merupakan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Meskipun larangan tersebut didasarkan pada Permenhub, akan tetapi dasar kepolisian dalam menilang pengendara bermotor merupakan Pasal 283 Undang-Undang (UU) Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hal tersebut dikarenakan tindakan pelanggaran hukum tersebut dianggap sebagian salah satu hal yang dapat mengganggu konsentrasi dan tidak wajar.

Pasal 160 UU Nomor 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga mengatur bahwa setiap pengemudi dilarang melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan bermotor.Hal tersebut juga merupakan dasar bagi kepolisian untuk menilang pengendara yang diketahui merokok karena mengganggu konsentrasi saat berkendara.

Menurut penuturan Nasir, kebanyakan pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar merupakan pengendara sepeda motor. Hal tersebut disebabkan karena jumlah pengendara sepeda motor mempunyai presentasi lebih banyak dari pada pengendara lainnya yaitu sekitar 82 persen. Sehingga merupakan kewajaran apabila pelanggar didominasi oleh pengendara sepeda motor.

Terdapat tiga cara penindakan

Dalam melaksanakan penindakan mengenai pengendara yang kedapatan merokok saat berkendara.Cara penindakan pertama yang dapat dilakukan kepada pengendara yang kedapatan merokok yaitu dengan melakukan imbauan (pre-emtif). Selain itu, terdapat cara penindakan berupa edukasi preventif yang bersifat penjagaan dan pengaturan hingga cara penindakan terakhir yaitu reprensif yang berupa penilangan.

Petugas kepolisian lalu lintas mempunyai penilaian tertentu dalam melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas tersebut.Hal ini didasarkan pada bahaya dan risiko yang ditimbulkan dalam perjalanan.Sehingga apabila dalam hal tersebut bersifat penjagaan dan pengaturan, penindakan dapat dilakukan dengan melalui edukasi dan imbauan. Akan tetapi, jika dalam operasi pelanggaran, maka pelanggar yang kedapatan merokok tersebut akan mendapatkan tilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *