Bull Mooses Strikes Back film,MOVIE Ulasan Film Superhero: Shazam!

Ulasan Film Superhero: Shazam!

Deskripsi singkat: Komedi yang berusaha dibangun DC dalam film Shazam! nampaknya malah merusak image DC dan menghancurkan reputasi film ini.

Ulasan Film Superhero: Shazam!

Penonton film dan penggemar film superhero akhir-akhir ini digemparkan dengan film terbaru bertemakan superhero. Ya, benar, Shazam. Banyak orang yang penasaran dengan film ini. Dan setelah menontonnya, dilansir dari CNN Indonesia, ada dua hal setidaknya yang bisa diambil dari film Shazam ini untuk dijadikan tonggak reviewnya. Pertama, kadang sebuah film memang tidak sebagus trailernya. Dan yang kedua, terlalu banyak candaan yang disertakan dalam sebuah film malahan bisa membuat film tersebut membosankan. Apakah kedua hal tersebut mencerminkan Shazam! ? Ya, memang menyakitkan. Namun itu lah yang terjadi pada film keluaran DC terbaru ini.

Awal yang Cukup Baik, Sebenarnya

Bila anda sudah menonton film ini, memang sejak awal film ini sudah memperkenalkan karakternya dengan banyaknya komedi. Misalnya saja sat memperkenalkan Billy Baston (Asher Angel), seorang bocah berumur 14 tahun yang berasal dari panti asuhan dan bisa mengubah diri menjadi sosok pria dewasa yaitu Zachary Levi yang memiliki kekuatan super Cuma dengan satu mantra khusus, yaitu Shazam!.

Tidak hanya itu, komedi juga muncul kembali dalam film Shazam!Ini pada saat mulai focus pada kisah perjalanan Billy yang mendapatkan kekuatan super tersebut. Salah satu contohnya adalah bandar togel hk saat ia berinteraksi dengan sahabatnya yang bernama Freddy Freeman. Sahabatnya itu adalah satu-satunya orang yang tahu tentang Billy dan Shazam.

Film ini juga ditambah buruk dengan adanya alasan klise mengapa Billy akhirnya diberi kesempatan untuk jadi superhero setelah ia bertemu dengan penyihir dalam sebuah kesempatan. Di dalam film Shazam!ini, dikisahkan Billy merupakan anak yang baik.

Memang, sampai dengan titik ini, penonton masih bisa merasakan kenyamanan dalam film Shazam!ini. Namun hal ini dikarenakan adanya adegan yang seimbang dan juga bervariasi, baik itu komedi, laga, dan drama yang masih bisa melengkapi satu sama lainnya di dalam film in. di tahap ini, Shazam!bahkan bisa mengaduk-aduk perasaan penonton juga.

Semakin Lama Komedinya Makin Membosankan

Akan tetapi, sayang sekali, usaha DC membuat film yang terasa lebih ‘cerah’ dan ‘tak terlalu gelap’ nampaknya terlalu berlebihan sehingga membuat penontonnya merasa terlalu banyak dijejali komedi sehingga ibarat terlalu banyak makanan yang masuk, rasanya ingin ‘muntah.’

Perjalanan yang menyenangkan menyaksikan Shazam!nampaknya mulai terganggu saat pahlawan DC itu sering tampil namun dibarengi dengan intensitas lawakan yang terlalu banyak di depan layar. Komedi yang dibubuhkan di dalam film yang digarap oleh David F Sandberg ini malahan melemahkan unsur superheronya sebagai inti dari identitas film. Tidak hanya itu, intensitas unsur komedi yang tinggi malah menimbulkan kejenuhan tersendiri.

Hal ini terjadi saat Shazam melawan musuhnya yaitu Dr Thaddeus Sivana (Mark Strong). Alih-alih berisikan laga dan juga adegan yang menegangkan, malahan di Shazam!ditampilkan lawakan yang sangat menghancurkan momen pertarungan layaknya pertarungan serius seorang superhero. Apalagi, ditambah dengan tipikal lawakan yang ditampilkan sangat mudah ditebak karena Cuma menggunakan satu cara saja, yaitu dimulai dengan percakapan kemudian disempilkan sebuah candaan. Dan lebih parahnya, cara ini digunakan dari awal sampai dengan akhir film. Bagaimana penonton tidak cepat merasa bosan?

Penampilan Shazam!yang bisa dikatakan mengecewakan ini semakin menegaskan bahwa DC telah menggadaikan identitasnya dan juga ciri khasnya hanya demi uang. Padahal, selama ini DC dikenal dengan gaya bercerita yang gelap dan sama sekali tidak ada komedi di dalamnya. Namun dalam Shazam!, nampaknya komedi itu menghancurkan usaha DC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *